![]() |
| Like or dislike |
Gak tau mau ngomong apa lagi...... budaya like or dislike begitu kental disini....... entah ini kondisi yang ada saat ini atau memang ini 'budaya' perusahaan. Biasanya ketika seseorang masuk kedunia kerja yang baru untuk pertama kali, orang tersebut akan belajar mengenai budaya perusahaan, situasi pekerjaan, sifat-sifat rekan kerja dan juga atasan dan biasanya kita belajar semua itu dari seseorang yang lebih senior dari kita, yang telah terlebih dahulu masuk dan bekerja pada perusahaan tersebut.
Budaya perusahaan bisa dipahami sebagai seperangkat asumsi yang dibangun dan dianut bersama oleh organisasi sebagai modal dalam beradaptasi dengan lingkungan eksternal dan proses integrasi internal. Seperangkat asumsi disini adalah hal-hal seperti filosofi, nilai-nilai, norma-norma, keyakinan, ide mitos dan karya yang terintegrasi untuk mengarahkan perilaku organisasional. Seperangkat asumsi ini adalah isi dari budaya perusahaan yang berkaitan dengan apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh semua karyawan. Isi budaya adalah moral yaitu watak organisasi yang mengutamakan nilai-nilai kebaikan yang harus diterima dan disepakati untuk menjadi roh kehidupan organisasi.
Budaya perusahaan memang didapat dari apa yang kita rasakan selama kita bekerja, namun ketika yang menjadi dasar kita bekerja adalah like or dislike apakah ini budaya perusahaan yang baik???
Ini adalah sebuah perusahaan besar yang masih dalam tahap transformasi dari sesuatu menjadi sesuatu yang baru. Namun ketika like or dislike tetap dijadikan dasar dalam budaya perusahaan tampaknya proses transformasi yang sedang terjadi ini tidak akan mengubah banyak hal. Setiap individu akan tetap bekerja dengan dasar like or dislike, ketika dia bekerja dengan orang yang dia sukai maka suasana kerja akan menjadi lebih baik dan lebih hidup sehingga bisa meningkatkan motivasi dari setiap pekerja yang ada dalam satu unit tertentu.Namun ketika seseorang bekerja dengan orang yang tidak disukainya maka yang terjadi adalah suasana kerja tidak akan pernah kondusif, pergunjingan dibelakang orang yang tidak disukai menjadi hal yang lumrah atau wajar. Bagaimana orang baru seperti saya akan teredukasi ketika apa yang yang saya lihat dan apa yang saya rasakan hanya didasarkan pada like or dislike.
Secara prinsip saya tidak begitu terganggu dengan like or dislike yang sudah dilakukan oleh orang-orang yang lebih dulu masuk ke perusahaan ini. Selama saya masih bisa bekerja dan memberikan yang terbaik, saya tidak peduli dengan apapun yang mereka lakukan. Mereka mau nenggunjingkah atau menjelek-jelekkankah bukan urusan saya. Tapi saya masih berharap like or dislike jangan terus dijadikan pedoman dalam bekerja terlebih lagi dalam sebuah unit organisasi, karena kita semua bekerja dalam satu tim yang harus solid dan memberikan performance yang terbaik yang kita miliki.
Mau bagaimanapun juga like or dislike bukan merupakan sebuah budaya perusahaan yang perlu dilestarikan. Karena like or dislike bukan merupakan budaya perusahaan melainkan perilaku individu yang ada dalam perusahaan tersebut. Perilaku individu yang harus dibenahi agar tidak mempengaruhi performance perusahaan.
Peran seorang pemimpin sangat penting untuk menghilangkan faktor like or dislike ini. Pemimpin harus bisa menghilangkan hal ini dan juga menumbuhkan budaya perusahaan yang lebih baik lagi. Pemimpin disini bukan hanya pemimpin unit organisasi namun adalah pemimpin perusahaan. Hal ini dikarenakan pembentukan budaya perusahaan bisa Top Down, yang artinya pembentukan budaya perusahaan dimulai dari atas dan diturunkan kebawah dengan adanya kebijakan. Bagaimanapun juga budaya perusahaan seharusnya bisa meningkatkan kinerja dari setiap individu yang ada di dalam perusahaan tersebut dan juga bisa lebih memotivasi setiap individu tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar