Tanggal 26 Maret yang lalu kembali dilaksanakan yang namanya Earth Hour 2011. Pelaksanaan Earth Hour ini dipelopori oleh WWF yang bertujuan untuk mengurangi efek pemanasan global demi memperpanjang usia bumi kita ini. Banyak negara yang berpartisipasi dalam Earth Hour tahun ini. Kegiatan Earth Hour ini telah dilaksanakan semenjak tahun 2007 dan tempat pertama yang melakukannya adalah Sydney, Australia.
Bagi negara-negara yang ada di belahan dunia manapun baik yang maju atau yang sedang berkembang semuanya mengikuti peringatan Earth Hour ini, termasuk Indonesia. Dalam peringatan tahun ini dipusatkan di Jakarta sebagai ibukota negara. Dipimpin oleh Gubernur DKI, Foke menandai pemadaman listrik selama 1 jam mulai pukul 20.30 - 21.30 WIB di Balai Kota yang kemudian diikuti oleh pemadaman listrik di banyak lokasi di Jakarta, seperti Monumen Nasional (Monas), Bundaran HI dan sebagian lampu penerangan jalan di pusat kota.
Tetapi alangkah baiknya kalu Earth Hour bukan hanya diperingati setiap 1 tahun sekali, namun juga disetiap harinya, kalo memang ada yang ga digunakan ya dimatikan saja, bisa melakukan penghematan penggunaan listrik yang implikasinya nanti bayar listriknya lebih murah dan mengurangi Global warming.
Namun bagi sebagian rakyat Indonesia Earth Hour bukanlah sesuatu hal yang perlu untuk dibesar besarkan dikarenakan hampir setiap hari mereka sudah melakukannya atau bahkan sampai sekarang masih ada yang belum teraliri listrik. Upaya penyelamatan bumi telah dilakukan tanpa harus menunggu Earth Hour pada setiap tahunnya.
Sebagai contoh, saya berasal dari sebuah daerah di propinsi Lampung tepatnya di kabupaten Lampung Tengah yang suply listriknya didapat dari Koperasi Listrik Pedesaan Sinar Siwo Mego (KLP SSM). Sejak kecil kami sudah biasa mendapatkan pemadaman listrik secara bergilir hampir 2 hari sekali dengan waktu yang cukup lama lebih dari 2 jam. Jadi kalo orang orang dikota besar pada protes kalo ada pemadaman listrik bergilir yang cuma 1 atau 2 jam, kalo tempat kami mah sudah biasa itu.
Sampai sekarang hal ini masih tetap berlangsung, bahkan semakin hari semakin parah, sekarang ini kalo mati lampu setiap dua hari sekali mulai dari pukul 18.00 sampai pukul 21.00 atau 22.00 WIB. Di era yang seperti ini, masih saja ada daerah yang masih ada pemadaman listrik yang berkesinambungan. Disisi lain PLN sedang gencar gencarnya ingin menghidupi listrik diseluruh pulau terluar di Indonesia. Sangat kontras sekali, apapun yang menjadi masalah dalam KLP SSM seharusnya PLN sebagai penyedia jasa perlistrikan yang ada di Indonesia bisa mencari solusi yang terbaik untuk menghidupi seluruh daerah yang ada di Indonesia tanpa terkecuali. Siapapun dan dimanapun rakyat Indonesia harus mendapatkan aliran listrik!!!!!!!!!
![]() |
| Save our Earth |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar