Selasa, 20 Desember 2011

Like or dislike culture

Like or dislike


Gak tau mau ngomong apa lagi...... budaya like or dislike begitu kental disini....... entah ini kondisi yang ada saat ini atau memang ini 'budaya' perusahaan. Biasanya ketika seseorang masuk kedunia kerja yang baru untuk pertama kali, orang tersebut akan belajar mengenai budaya perusahaan, situasi pekerjaan, sifat-sifat rekan kerja dan juga atasan dan biasanya kita belajar semua itu dari seseorang yang lebih senior dari kita, yang telah terlebih dahulu masuk dan bekerja pada perusahaan tersebut.

Budaya perusahaan bisa dipahami sebagai seperangkat asumsi yang dibangun dan dianut bersama oleh organisasi sebagai modal dalam beradaptasi dengan lingkungan eksternal dan proses integrasi internal. Seperangkat asumsi disini adalah hal-hal seperti filosofi, nilai-nilai, norma-norma, keyakinan, ide mitos dan karya yang terintegrasi untuk mengarahkan perilaku organisasional. Seperangkat asumsi ini adalah isi dari budaya perusahaan yang berkaitan dengan apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh semua karyawan. Isi budaya adalah moral yaitu watak organisasi yang mengutamakan nilai-nilai kebaikan yang harus diterima dan disepakati untuk menjadi roh kehidupan organisasi.
Budaya perusahaan memang didapat dari apa yang kita rasakan selama kita bekerja, namun ketika yang menjadi dasar kita bekerja adalah like or dislike apakah ini budaya perusahaan yang baik???
Ini adalah sebuah perusahaan besar yang masih dalam tahap transformasi dari sesuatu menjadi sesuatu yang baru. Namun ketika like or dislike tetap dijadikan dasar dalam budaya perusahaan tampaknya proses transformasi yang sedang terjadi ini tidak akan mengubah banyak hal. Setiap individu akan tetap bekerja dengan dasar like or dislike, ketika dia bekerja dengan orang yang dia sukai maka suasana kerja akan menjadi lebih baik dan lebih hidup sehingga bisa meningkatkan motivasi dari setiap pekerja yang ada dalam satu unit tertentu.Namun ketika seseorang bekerja dengan orang yang tidak disukainya maka yang terjadi adalah suasana kerja tidak akan pernah kondusif, pergunjingan dibelakang orang yang tidak disukai menjadi hal yang lumrah atau wajar. Bagaimana orang baru seperti saya akan teredukasi ketika apa yang yang saya lihat dan apa yang saya rasakan hanya didasarkan pada like or dislike.
Secara prinsip saya tidak begitu terganggu dengan like or dislike yang sudah dilakukan oleh orang-orang yang lebih dulu masuk ke perusahaan ini. Selama saya masih bisa bekerja dan memberikan yang terbaik, saya tidak peduli dengan apapun yang mereka lakukan. Mereka mau nenggunjingkah atau menjelek-jelekkankah bukan urusan saya. Tapi saya masih berharap like or dislike jangan terus dijadikan pedoman dalam bekerja terlebih lagi dalam sebuah unit organisasi, karena kita semua bekerja dalam satu tim yang harus solid dan memberikan performance yang terbaik yang kita miliki.
Mau bagaimanapun juga like or dislike bukan merupakan sebuah budaya perusahaan yang perlu dilestarikan. Karena like or dislike bukan merupakan budaya perusahaan melainkan perilaku individu yang ada dalam perusahaan tersebut. Perilaku individu yang harus dibenahi agar tidak mempengaruhi performance perusahaan.
Peran seorang pemimpin sangat penting untuk menghilangkan faktor like or dislike ini. Pemimpin harus bisa menghilangkan hal ini dan juga menumbuhkan budaya perusahaan yang lebih baik lagi. Pemimpin disini bukan hanya pemimpin unit organisasi namun adalah pemimpin perusahaan. Hal ini dikarenakan pembentukan budaya perusahaan bisa Top Down, yang artinya pembentukan budaya perusahaan dimulai dari atas dan diturunkan kebawah dengan adanya kebijakan. Bagaimanapun juga budaya perusahaan seharusnya bisa meningkatkan kinerja dari setiap individu yang ada di dalam perusahaan tersebut dan juga bisa lebih memotivasi setiap individu tersebut.

Jumat, 19 Agustus 2011

birokrasi oh birokrasi...............


JUL
Siapa yang kenal birokrasi indonesia???? Sistem yang terkenal dengan ‘mbuletisasinya’, jalur yang panjang, banyak meja yang dilalui, dan ujung ujungnya duit (UUD). Kalo orang yang ga punya duit jadi sebisa mungkin menghindari yang namanya birokrasi, jangan sampe deh bersentuhan dengan yang namanya birokrasi.
birokrasi
Birokrasi berasal dari bahasa perancis ‘bureau’ yang berarti kantor. Konsep birokrasi sendiri dimaksudkan untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip organisasi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi administrasi organisasi. Menurut Weber, birokrasi dan institusi lainnya dapat dilihat sebagai sebuah ‘kehidupan kerja yang rutin’. Rutinitas kerja yang tercermin dalam sistem administrasinya disamakan dengan mesin pada proses produksi dalam dunia manufaktur. Birokrasi menurut Weber adalah salah satu rasionalitas yang tertentu (defining rationalities). Pemikiran Weber didorong keinginannya menciptakan organisasi modern yang bisa digunakan pemerintah menjalankan modernisasi dan pembangunan.Terdapat beberapa karakteristik rasional dalam birokrasi, menurut weber karakteristik tersebut diantaranya:
  1. Individu pejabat secara personal bebas, akan tetapi dibatasi oleh jabatannya manakala ia menjalankan tugas-tugas atau kepentingan individu dalam jabatannya. Pejabat tidak bebas menggunakan jabatannya untuk keperluan dan kepentingan pribadinya termasuk keluarganya.
  2. Jabatan-jabatan itu disusun dalam tingkatan hirarki dari atas ke bawah dan ke samping. Konsekuensinya ada jabatan atasan dan bawahan. Ada yang menyandang kekuasaan lebih besar dan ada yang lebih kecil.
  3. Tugas dan fungsi masing-masing jabatan dalam hirarki itu secara spesifik berbeda satu dengan lainnya.
  4. Setiap pejabat mempunyai kontrak jabatan yang harus dijalankan. Uraian tugas masing-masing pejabat merupakan domain yang menjadi wewenang dan tanggung jawab yang harus dijalankan sesuai kontrak.
  5. Setiap pejabat diseleksi atas dasar kualifikasi profesionalitasnya, idealnya melalui ujian kompetitif.
  6. Setiap pejabat mempunyai gaji termasuk termasuk hak untuk menerima pensiun sesuai dengan tingkatan hirarki jabatan yang disandangnya. Setiap pejabat bisa memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan jabatannya sesuai dengan keinginannya dan kontraknya bisa diakhiri dalam keadaan tertentu.
  7. Terdapat struktur pengembangan karir yang jelas dengan promosi berdasarkan senioritas dan penilaian obyekif (merit sistem).
  8. Setiap pejabat tidak dibenarkan menjalankan jabatannya dan sumber daya instansinya untuk kepentingan pribadi dan keluarga.
  9. Setiap pejabat berada di bawah pengendalian dan pengawasan suatu sistem yang dijalankan secara disiplin.
Selain karakteristik positif tersebut diatas, Weber juga menyatakan adanya beberapa karakteristik negatif dari birokrasi, diantaranya:
  1. Birokrasi cenderung memonopoli informasi sehingga pihak luar tidak dapat mengetahui atas dasar apa sebuah keputusan diambil. Salah satunya adalah konsep ’rahasia jabatan’, bagaimana seseorang bisa menduduki jabatan sebagai kepala bagian atau dinas tidak pernah diungkapkan secara jelas oleh kepala instansi atau birokrasi.
  2. Apabila sudah terlembaga, birokrasi merupakan salah satu struktur sosial yang paling sukar dihancurkan. Bagaimana mungkin bisa mengelola sebuah negara tanpa sistem birokrasi yang baik. Birokrasi memberikan tenaga yang terspesialisasi pada bidangnya. Ada sebuah pola administrasi yang konsisten dalam birokrasi, siapa saja pegawainya bisa diganti namun pola administrasi yang konsisten tersebut akan sulit untuk dihancurkan.
  3. Birokrasi yang sudah sangat mapan cenderung bersifat mendua terhadap demokrasi. Di satu sisi prinsip-prinsip persamaan dihadapan hukum menjadi dasar terhadap setiap bentuk kegiatan birokrasi, namun disisi lain birokrasi cenderung tidak tanggap terhadap pendapat umum.
Konsep birokrasi ideal yang disampaikan Weber adalah sebuah konsep yang sebenarnya sangat bagus apabila dijalankan dengan baik. Namun dibanyak negara konsep birokrasi itu tidak dijalankan dengan semestinya. Banyak pihak mengakui selama tahun 1930-an hingga 1960-an birokrasi memainkan peranan penting dalam pembangunan yang ada di Indonesia. Namun seiring dengan menguatnya birokrasi yang ada di Indonesia, muncul berbagai efek negatif dari birokrasi yang ada tersebut, diantaranya birokrasi menjadi sulit sekali diteembus, sentralistis, top down, dan memiliki hierarki yang sangat panjang.
Birokrasi dipandang sebagai sumber kelambanan bahkan terlalu bertele-tele, terlalu menghabiskan banyak waktu dan biaya dan juga mematikan kreativitas. Dari sisi ekonomi, birokrasi dipandang sebagai penyebab distorsi ekonomi dikarenakan mengganggu mekanisme pasar dan pada akhirnya birokrasi justru menyebabkan inefisiensi organisasi.
Menurut Robbin birokrasi Indonesia juga merefleksikan beberapa aspek budaya masyarakat seperti:
  1. Penghormatan diberikan kepada orang yang lebih tua, merupakan sifat sebagian besar budaya tradisional, dampaknya adalah adanya budaya ewuh pakewuh;
  2. cara komunikasi sering menggunakan bahasa lisan, baru kemudian dikukuhkan dalam surat keputusan;
  3. birokrasi masih terisolasi dari sektor masyarakat lain, sehingga cenderung bersifat pasif dan lamban dalam pengambilan keputusan.
bureaucrat says
Kondisi lain yang tampak dalam kehidupan birokrasi di Indonesia adalah pemanfaatan pengaruh informal dan jaringan berdasarkan latar belakang dan koneksi, sehingga pengaruh kekeluargaan termasuk etnik, memiliki peran sangat penting. Komunikasi satu arah ini menuntut adanya kepatuhan  masyarakat terhadap apa yang diinginkan oleh pemimpin. Birokrasi di Indonesia saat ini masih banyak mewarisi sisa pemerintahan feodal, sehingga sikap menjilat ke atas dan sikap berpura-pura seringkali merupakan jalan keluar perilaku yang rasional. Ketika kekangan kolonial ditiadakan, “irrasionalitas” kebudayaan Jawa berkembang  lagi dan dikenali sebagai kebangkitan kembali patrimonialisme dan neo-tradisionalisme.
Dengan melihat sejarah birokrasi kerajaan, barangkali ada kaitan sistem birokrasi sekarang dengan dahulu. Masih banyak dijumpai praktik pejabat yang seharusnya mempunyai otoritas membuat kebijakan sendiri, akan tetapi tetap tergantung dan menunggu “dawuh” dari atasannya. Selain itu juga banyak dijumpai praktika birokrasi beroriantasi mengabdi kepada kekuasaan, dan bukannya kepada rakyat.
Katanya sih sudah ada yang namanya reformasi birokrasi yang sudah dicetuskan oleh presiden kita pada tahun 2004 yang lalu, namun kalo kita lihat sampai sekarang budaya birokrasi yang tetap bertele-tele, menghabiskan uang dan lainnya tetap saja ada dan belum bisa hilang walaupun sudah hampir 6 tahun yang lalu reformasi birokrasi di galakkan. Bahkan sampai disindir dalam salah satu iklan rokok dengan menggunakan istilah ‘wani piro??’. Namun tetap saja budaya birokrasi yang sudah tertanam sangat dalam sekali disetiap sendi-sendi aparatur pemerintahan sangat susah sekali untuk dihilangkan.
Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua untuk mengubah budaya birokrasi yang sudah tidak relevan lagi terlebih lagi dalam era globalisasi seperti saat ini. Yuk berusaha untuk menyadarkan orang-orang yang belum sadar itu bagaimana sih konsep birokrasi yang benar dan bagaimananya menjadi pelayan buat rakyat……

Kamis, 31 Maret 2011

hei KAMU......

hey kamu………

terima kasih banget ya……
q ga tau kenapa kamu suka banget ya nyampurin urusan orang…..
apa dengan mencampuri urusan orang kamu mendapatkan kepuasan tersendiri???
atau ini memang caramu untuk mendapatkan perhatian dari orang lain???
kalo emang begitu kamu patut untuk dikasihani, karena untuk bisa mendapatkan perhatian orang lain kamu melakukan hal yang seperti itu. mungkin selama ini sudah tidak ada lagi orang yang mengasihimu, karena sikapmu sendiri. jadi kamu berbuat apa saja untuk bisa mendapatkan perhatian orang. bukannya sok menggurui, tapi coba deh dilihat lagi, mulai dari dulu kamu ga ada temen deket bahkan cenderung untuk dijauhi ma temen temenmu sendiri.
tapi ya aq ucapin terima kasih buat apa yang telah kamu buat……
apapun itu pasti akan ada balasannya…….

Senin, 28 Maret 2011

Earth Hour 2011


Tanggal 26 Maret yang lalu kembali dilaksanakan yang namanya Earth Hour 2011. Pelaksanaan Earth Hour ini dipelopori oleh WWF yang bertujuan untuk mengurangi efek pemanasan global demi memperpanjang usia bumi kita ini. Banyak negara yang berpartisipasi dalam Earth Hour tahun ini. Kegiatan Earth Hour ini telah dilaksanakan semenjak tahun 2007 dan tempat pertama yang melakukannya adalah Sydney, Australia.

Bagi negara-negara yang ada di belahan dunia manapun baik yang maju atau yang sedang berkembang semuanya mengikuti peringatan Earth Hour ini, termasuk Indonesia. Dalam peringatan tahun ini dipusatkan di Jakarta sebagai ibukota negara. Dipimpin oleh Gubernur DKI, Foke menandai pemadaman listrik selama 1 jam mulai pukul 20.30 - 21.30 WIB di Balai Kota yang kemudian diikuti oleh pemadaman listrik di banyak lokasi di Jakarta, seperti Monumen Nasional (Monas), Bundaran HI dan sebagian lampu penerangan jalan di pusat kota.

Tetapi alangkah baiknya kalu Earth Hour bukan hanya diperingati setiap 1 tahun sekali, namun juga disetiap harinya, kalo memang ada yang ga digunakan ya dimatikan saja, bisa melakukan penghematan penggunaan listrik yang implikasinya nanti bayar listriknya lebih murah dan mengurangi Global warming.

Namun bagi sebagian rakyat Indonesia Earth Hour bukanlah sesuatu hal yang perlu untuk dibesar besarkan dikarenakan hampir setiap hari mereka sudah melakukannya atau bahkan sampai sekarang masih ada yang belum teraliri listrik. Upaya penyelamatan bumi telah dilakukan tanpa harus menunggu Earth Hour pada setiap tahunnya.

Sebagai contoh, saya berasal dari sebuah daerah di propinsi Lampung tepatnya di kabupaten Lampung Tengah yang suply listriknya didapat dari Koperasi Listrik Pedesaan Sinar Siwo Mego (KLP SSM). Sejak kecil kami sudah biasa mendapatkan pemadaman listrik secara bergilir hampir 2 hari sekali dengan waktu yang cukup lama lebih dari 2 jam. Jadi kalo orang orang dikota besar pada protes kalo ada pemadaman listrik bergilir yang cuma 1 atau 2 jam, kalo tempat kami mah sudah biasa itu.

Sampai sekarang hal ini masih tetap berlangsung, bahkan semakin hari semakin parah, sekarang ini kalo mati lampu setiap dua hari sekali mulai dari pukul 18.00 sampai pukul 21.00 atau 22.00 WIB. Di era yang seperti ini, masih saja ada daerah yang masih ada pemadaman listrik yang berkesinambungan. Disisi lain PLN sedang gencar gencarnya ingin menghidupi listrik diseluruh pulau terluar di Indonesia. Sangat kontras sekali, apapun yang menjadi masalah dalam KLP SSM seharusnya PLN sebagai penyedia jasa perlistrikan yang ada di Indonesia bisa mencari solusi yang terbaik untuk menghidupi seluruh daerah yang ada di Indonesia tanpa terkecuali. Siapapun dan dimanapun rakyat Indonesia harus mendapatkan aliran listrik!!!!!!!!!

Save our Earth

Rabu, 23 Maret 2011

Say NO to WAR!!!!!!

Libya
Dunia kembali disuguhi sebuah tontonan yang sangat menarik semenjak tanggal 20 Maret yang lalu. Tontonan yang sebenarnya tidak perlu terjadi lagi dijaman modern yang seperti ini. Sebuah tontonan yang mungkin bagi sebagian orang adalah sebuah ajang pembuktian kekuatan, namun bagi sebagian orang menjadi tontonan yang sebenarnya tidak seharusnya ada karena yang akan menjadi korban adalah rakyat sipil.

Libya, kembali menjadi sorotan dunia. Efek domino yang terjadi di Timur Tengah akhirnya sampai juga di negara yang dipimpin oleh Kolonel Qaddafi. Qaddafi yang telah memimpin Libya lebih dari 40 tahun tidak ingin kekuasaannya hilang begitu saja seperti yang ada di Mesir dan Tunisia. Qaddafi ingin membuktikan bahwa dirinya masih layak dan mampu menjadi kepala pemerintahan walaupun berbagai tuduhan seperti korupsi dan lain-lain ditujukan kepadanya.

Libya is Free
Keinginan Qaddafi yang ingin tetap berkuasa ini menjadikan Libya hancur dengan terjadinya perang saudara. Keikutsertaan militer Libya juga semakin memperuncing permasalahan dengan menjadikan dua kubu, kubu pro dan kontra. Perang saudara pun akhirnya tidak bisa dielakkan lagi. Walaupun begitu Qaddafi tetap berada di puncak pemerintahan dan tidak mau meninggalkan kursi kepemimpinannya. Penggunaan militer untuk melanggengkan kekuasaan dirasa perlu bagi Qaddafi namun bagi sebagian orang lagi, Qaddafi seharusnya tidak melibatkan militer dalam hal ini. Namun itulah Qaddafi, salah seorang pemimpin yang memiliki cara pandangnya sendiri yang memiliki perbedaan dengan pemimpin pemimpin lain yang ada di Timur Tengah.

Peperangan antara kubu yang pro dan kontra semakin menjadi, penggunaan senjata sudah tidak terelakkan lagi, dan sudah banyak rakyat Libya yang menjadi korban dalam pertempuran saudara ini. Hal ini mendorong Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) khususnya Dewan Keamanan (DK) bereaksi dengan mengeluarkan resolusi 1973 pada tanggal 17 Maret 2011 yang isinya antara lain:

  1. Menuntut berakhirnya dengan segera gencatan senjata dan kekerasan serta semua serangan dan pelanggaran kepada penduduk sipil.
  2. Menuntut pemerintah Libya mengambil semua langkah untuk melindungi rakyat sipil dan memenuhi kebutuhan dasar mereka, dan memastikan bantuan kemanusiaan dilakukan dengan segera dan tanpa halangan
  3. Meminta negara-negara anggota PBB untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi penduduk sipil dan mereka yang tinggal di wilayah yang terancam yakni yang berada di wilayah Arab Libya Jamahiriya, termasuk Benghazi. Namun tidak termasuk pejabat asing yang menjadi bagian dari pemerintah Libya.
  4. Memutuskan untuk memberlakukan larangan penerbangan di wilayah udara Arab Libya Jamahiriya untuk melindungi penduduk sipil. Namun pesawat kemanusiaan dan pesawat PBB, serta Liga Arab dikecualikan.
  5. Memperkuat embargo senjata yang dijatuhkan pada 26 Februari, dengan meminta negara-negara PBB untuk menginspeksi wilayah mereka. Termasuk bandara udara, pelabuhan laut, dan udara di atas laut, kapal, dan pesawat yang terbang menuju atau dari Libya jika mereka memiliki informasi kuat bahwa muatan mengandung barang militer yang dilarang atau tentara bayaran yang sedang dikirim.
  6. Memerintahkan semua negara untuk menghalangi pesawat yang dimiliki Libya, dioperasikan, atau memiliki izin dari Libya. Atau pesawat jenis apapun yang dipercaya membawa senjata terlarang atau tentara bayaran yang sedang diangkut, maupun berada di darat atau sedang melintasi wilayah mereka tanpa izin dari Komite pengawas sanksi PBB.
  7. Memberikan larangan perjalanan kepada duta Libya yang terlibat perekrutan tentara bayaran untuk rezim Muammar Qadhafi.
  8. Memperpanjang masa pembekuan aser tujuh atau lebih anggota keluarga Qadhafi termasuk tiga putra Qadhafi yang merupakan menteri pertahanan, direktur intelijen militer, dan direktur keamanan organisasi eksternal, dan sekretaris kelengkapan.
  9. Membekukan lima aset institusi keuangan vital yakni: Bank Central, Otoritas Investasi Libya, Bank Asing Libya, Portfolio Investasi Libya Afrika, dan Perusahaan Minyak Nasional Libya.
  10. Meminta Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk membentuk panel ahli delapan-anggota untuk membantu komite pengawasan sanksi PBB mengawasi pelaksanaan sanksi terhadap Libya.


Resolusi DK PBB tersebut akhirnya menghasilkan sebuah tentara koalisi yang diketuai oleh Amerika Serikat (AS) dan beranggotakan negara-negara maju seperti Perancis, Inggris dan lainnya. Walaupun Qaddafi telah mengatakan sudah ada genjatan senjata antara kubu dan pro dan kontra, tetap saja tentara koalisi melakukan penyerangan udaranya ke basis-basis kekuatan Qaddafi pada 20 Maret 2011. Pesawat tempur tentara koalisi menggempur kota tripoli dan kota-kota lainnya yang menjadi basis Kolonel Qaddafi sehingga memberikan sebuah tontonan menarik yang patut untuk dinikmati oleh seluruh dunia.

Banyak negara yang mendukung penyerangan ini namun banyak juga yang mengutuk penyerangan ke Libya yang sudah melenceng dari pemberian embargo udara menjadi penyerangan terhadap rakyat sipil yang ada di Libya oleh tentara koalisi. Namun tentara koalisi berdalih bahwa penyerangan yang dilakukannya adalah untuk melindungi warga sipil yang ada di Libya.

Udah lama juga ga nulis masalah internasional seperti ini semenjak lulus kuliah, tapi ya ini cuma sekedar analisa q sendiri yang mungkin ga semua orang bisa setuju

Mau apapun bentuknya perang itu ga baik, konsep ini yang perlu kita sepakati bersama. Masih ada banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan suatu permasalahan, ga perlu pake kekerasan kayak gini. Sebenarnya masyarakat internasional pun setuju kalo perang itu ga ada untungnya, yang ada malah kerugian. Ya gampangnya kalo yang nyerang kayak tentara koalisi yang nyerang Libya, pasti kluar duit banyak. Pasti ada anggaran yang dikeluarin untuk beli senjata, sedikit banyak juga pasti ngeluarin duit, buat operasional dan lain lain. Kalo ada anggaran buat beli senjata dan operasional kan ada anggaran yang dipotong jelasnya untuk itu semua atau pake duit cadangan, jelas anggaran belanja negara bakal membengkak. Yang nyerang ngeluarin duit, yang diserang juga bakal ngeluarin duit buat perbaikan, jadi itungannya dua-duanya rugi. Ga ada yang untung. Jadi pada sepakat ya kalo perang tu ga baik???

Disisi lain kok kayaknya ada campur tangan yang berkesinambungan ya yang dilakuin AS ama negara-negara yang ada di Timur Tengah? Apa Post power Syndrom AS setelah perang dingin masih kebawa ya sampai sekarang? Atau AS ingin kembali menunjukkan bahwa dia adalah satu-satunya negara adikuasa setelah USSR pecah?? Atau juga AS ingin menegaskan posisinya sebagai polisi dunia?? Mau apapun itu kalo buat q tetep ada kepentingan dibalik itu semua.

Orang goblok juga paham kalo Timur Tengah itu gudangnya minyak bumi, jadi ikut campur tangan AS di negara-negara timur tengah juga sedikit banyak didasarkan pada kepentingan nasionalnya untuk memenuhi sumber energi yang harganya kian hari kian meningkat tersebut. Kalo harga minya bumi semakin naik, AS pasti bakal pusing, soalnya krisis ekonomi yang kemaren aja belom selese kok ditambahin harga minyak dunia yang terus naik. Jadi AS harus ikut campurlah buat jaga harga minyak dunia biar ga terus melambung. Mau pake alasan melindungi rakyat sipil atau apapun juga, buat q teteplah kepentingan utamanya adalah minyak, ga ada yang lainnya lagi.

Perang yang ada di Libya saat ini juga sangat timpang terutama dalam penggunaan persenjataan tempur. Tuh tentara koalisi kan negara maju semua senjatanya juga yang paling modern, nah coba Libya, senjatanya dah tua, sekarang masih dapet embargo persenjataan, malah pesawat tempurnya juga tua-tua dan tidak bersenjata karena embargo senjata dari Rusia. Coba kalo Libya dikasih kesempatan untuk meningkatkan persenjataan yang imbang, jadi biar adil gitu..... haha.......

Nah sekarang kita lihat sikap Indonesia menghadapi masalah Libya ini, karena Indonesia juga terpengaruh masalah ini, buktinya harga pertamax naik terus karena naiknya harga minya dunia. Sekarang gimana sikap indonesia?? KAlo ga salah kata pak Menlu 'penyerangan jangan sampai menyengsarakan rakyat yang ada di Libya'. Bener-bener politik bebas aktifnya dipake sama bangsa kita. Sama seperti tulisan Muhammad Hatta Bapak Proklamator kita yang berjudul Mendayung Diantara Dua Karang. Di tulisannya Hatta menunjukkan kalo Indonesia harus bener-bener jaga sikap ketika ada kekuatan besar AS dan USSR dulu waktu Perang Dunia, lebih baik cari aman dengan bermain dengan kedua negara besar itu. Sama seperti sekarang Indonesia juga lebih memilih untuk cari aman dalam kasus penyerangan koalisi ke Libya, ga ada sikap yang tegas yang dikeluarkan oleh Indonesia, menyetujui atau mengutuk penyerangan tersebut.

Poinnya satu si kalo buat q, dijaman seperti saat ini jangan sampai ada kolonialisme dalam bentuk apapun, serbuan tentara koalisi ke Libya saat ini merupakan perwujudan kolonialisme modern yang direstui oleh PBB. Walau banyak pihak yang mengutuk tetep aja penyerangan tersebut terjadi, dan AS kembali menjadi pimpinannya. Perang bukan jalan terakhir, karena dengan perang yang menjadi korban adalah rakyat sipil dan jumlahnya juga ga akan sedikit. Jadi akan lebih baik lagi kalo yang pada punya masalah tu duduk bersama, saling berbicara dari hati ke hati (itupun kalo masih punya hati) mencari jalan keluar lain yang terbaik.













SAY NO TO WAR!!!!!!!!!!!!!!!

Selasa, 08 Maret 2011

Belajarlah dari Gajah Mada..............

Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang tersebar mulai Sabang sampai Merauke. Dalam untaian pulau yang dikenal sebagai Zamrud Katulistiwa, negara Indonesia berdiri dengan berbagai kekayaan alam yang dimilikinya, baik yang berada di daratan ataupun di lautan. Berkah yang begitu besar yang diberikan oleh Tuhan kepada Bangsa ini. Sebuah bangsa yang besar dan kaya akan sumber daya alam seharusnya bisa hidup dengan damai tanpa ada kekurangan. Ditambah lagi dengan adanya payung Bhineka Tunggal Ika seharusnya sudah tidak ada lagi perpecahan ataupun perselisihan dalam kehidupan sehari-hari.

Dulu hal tersebut pernah dialami oleh bangsa ini. Indonesia yang mandiri, indonesia yang bisa memenuhi kebutuhan rakyatnya, indonesia yang aktif dalam berbagai kegiatan internasional, indonesia yang pandai dalam menjalin kerjasama dengan negara ini, indonesia yang bisa membawa siapa saja yang ada didalamnya dalam kemakmuran. Tapi sekarang???? Semuanya hanya sebuah sejarah yang membanggakan, sebuah sejarah yang hanya bisa dikenang, sebuah sejaranh yang hanya bisa kita temukan dalam teks buku pelajaran, sebuah sejarah yang bisa kita saksikan dari arsip negara atau dokumentasi orang lain. Apa yang sebenarnya terjadi dengan indonesia kita???? Apa ada yang salah dengan indonesia kita???

Sebelum nama Indonesia muncul, bangsa kita yang besar ini pernah melahirkan seorang pemimpin nasional yang besar. Sampai saat ini namanya melegenda karena membentuk sebuah negara nasional yang lebih besar dari Indonesia yang kita kenal saat ini. Siapa yang tidak kenal Mahapatih Gajah Mada, seorang mahapatih dari kerajaan Majapahit yang memiliki 'Sumpah Palapa' sebagai salah satu bentuk dari manifestasi politiknya.

Mahapatih Gajah Mada
Gajah Mada diperkirakan lahir pada awal abad ke-14. Gajah Mada berasal dari kalangan biasa, namun dikarenakan ia memiliki bakat untuk menjadi seorang pemimpin maka ia mulai masuk dalam lingkungan kekuasaan. Gajah Mada juga disebut sebagai Mpu Mada, Jaya Mada atau Dwirada Mada. Ia diyakini sebagai titisan Dewa Wisnu, sehingga masyarakat Majapahit memberikan legitimasi kepadanya, bahkan ia juga mendapatkan kepercayaan dari raja. Setelah melalui berbagai tahapan dalam hidupnya dan mendapatkan pendidikan dari Arya Tadah, Mahapatih Majapahit, maka Gajah Mada diangkat oleh Ratu Tribhuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani menjadi Mahapatih Majapahit menggantikan Arya Tadah. Dan pada saat dikukuhkan menjadi mahapatih inilah Sumpah Palapa muncul. "Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring seram, tanjungpura, ring haru, ring pahang, dompo, ring bali, sunda, palembang, tumasik, samana ingsun amukti palapa."  Yang kurang lebih artinya "Beliau Gajah Mada menjabat patih mangkubumi tidak ingin menikmati palapa, beliau Gajah Mada berkata: kalau sudah kalah seluruh nusantara, saya akan menikmati palapa, kalau sudah kalah gurun, seram, tanjungpura, haru, pahang, dompo, bali, sunda, palembang, dan tumasik, pada waktu itulah saya menikmati palapa".

Nusantara
Sumpah Palapa merupakan bentuk dari manifestasi politik Gajah Mada setelah menjabat sebagai mahapatih Majapahit. Gajah Mada yakin bahwa stabilitas adalah faktor kunci keberhasilan untuk membangun sebuah negara yang besar. oleh karena itu setelah ia memimpin ia melakukan konsolidasi internal untuk menguatkan pemerintahan. Gajah Mada bekerja atas dasar prinsip, filsafat, dan nilai-nilai luhur yang diyakininya. Gajah Mada juga merupakan seorang pemimpin yang bervisi kuat serta mampu menterjemahkannya menjadi misi yang sangat jelas untuk bisa dicapai. Gajah Mada juga ahli dalam membuat strategi serta seorang organisator ulung untuk mentransformasikan semua tujuan menjadi kenyataan. Gajah Mada bukanlah seorang Utopis, melainkan seorang idealis yang bekerja keras sekuat tenaga mewujudkan idealismenya.

Gajah Mada merupakan seorang negarawan yang berpikir dan bertindak semata-mata untuk kepentingan negara, bangsa, dan rakyatnya. Gajah Mada juga menjalani kehidupan secara sederhana, tanpa segala sesuatu yang berlebihan, dan yang paling utama adalah ketaatannya pada tuhan sangatlah tinggi, dengan rajin melakukan olah batin dan mendekatkan diri kepada tuhan. Bagi Gajah Mada untuk menjadi seorang pemimpin harus memenuhi beberapa kriteria, diantaanya:

  1. Abhikamika: pemimpin harus tampil simpatik, berorientasi ke bawah, dan mengutamakan kepentingan rakyat banyak daripada kepentingan pribadiatau golongannya.
  2. Prajna: pemimpin harus bersikap arif dan bijaksana, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan agama, serta dapat dijadikan panutan masyarakat.
  3. Utsaha: pemimpin harus proaktif, berinisiatif, kreatif, dan inovatif, serta rela mengabdi tanpa pamrih untuk kesejahteraan rakyat.
  4. Atmasampat: pemimpin mempunyai kepribadian, berintegritas tinggi, moral yang luhur serta objektif, dan mempunyai wawasan yang jauh ke masa depan untuk kemajuan bangsanya.
  5. Sakya Samanta: pemimpin sebagai fungsi kontrol mampu mengawasi bawahan secara efektif, efisien, produktif, dan berani menindak secara adil yang bersalah tanpa pilih kasih.
  6. Aksuda Parisakata: pemimpin harus akomodatif, mampu memadukan perbedaan dengan permusyawaratan, pandai berdiplomasi, serta menyerap aspirasi bawahan dan rakyatnya.
Dengan berbagai kriteria tersebut, maka seorang pemimpin akan bisa menjalankan kepemimpinannya dengan baik. Tapi apa yang terjadi dengan indonesia saat ini??? Apakah ada yang salah dengan kepemimpinannya?? Seperti yang telah dicontohkan oleh Gajah Mada, seorang pemimpin harus benar-benar bekerja untuk bangsa, negara dan rakyatnya, namun saat ini yang banyak kita temui adalah para pemimpin kita bekerja bukan untuk kepentingan bangsa, negara apalagi kepentingan rakyat, yang ada mereka bekerja berdasarkan kepentingan suatu golongan tertentu dan tentusaja yang menguntungkan bagi dirinya dan golongannya.

Wahai para pemimpin bangsa ini, tolong kembalilah kepada jalan yang benar, jalan dimana kalian seharusnya berdiri untuk kepentingan rakyat banyak, bukan jalan pemuasan kepentingan kalian dan golongan kalian. Sadarkah kalian rakyat kalian sedang mengalami banyak masalah. Sadarkah kalian kalau rakyat kalian membutukan perhatian lebih dibandingkan perhatian kalian terhadap kepentingan kalian dan golongan kalian semata. Sadarkah kalian kalau rakyat kalian ini sudah sangat bosan dengan apa yang terjadi di segala bidang kehidupan, mulai dari harga BBM, harga sembako, birokrasi, markus atau afia pajak, tidak adanya keadilan hukum dan lain sebagainya. Sadarkah kalian saat ini rakyat kalian sendiri sedang mengalami krisis kepercayaan yang sangat besar kepada kalian, orang-orang yang mengaku sebagai pemimpin bangsa ini!!!!!

Ingatlah kalian sebelum kalian menduduki kursi kekuasaan itu, kalian sudah berjanji banyak kepada rakyat yang akan memilih kalian. Buktikan itu semua, saat ini kami tidak lagi membutuhkan janji janji manis kalian, kami membutuhkan sebuah tindakan nyata untuk bisa mengatasi berbagai permasalahan yang banyak merebak di masyarakat. Jangan kalian manfaatkan masalah yang muncul itu untuk bisa terus melanggengkan kekuasaan kalian.

Kesampingkan segala ego dan kepentingan pribadi dan kepentingan golongan kalian. Jadilah seperti Gajah Mada yang berpegah teguh pada apa yang telah diucapkannya. Dengan berpegang teguh terhadap janji yang diucapkannya dan bekerja dengan mengutamakan kepentingan rakyat maka niscaya kalian akan menjadi seorang pemimpin yang baik sebagaimana Gajah Mada. Tak perlu jauh jauh mencari contoh untuk menjadi pemimpin yang baik sampai ke Amerika, Jepang, Inggris atau negara manapun. 


BELAJARLAH DARI GAJAH MADA!!!!!!!!!!!!