Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang tersebar mulai Sabang sampai Merauke. Dalam untaian pulau yang dikenal sebagai Zamrud Katulistiwa, negara Indonesia berdiri dengan berbagai kekayaan alam yang dimilikinya, baik yang berada di daratan ataupun di lautan. Berkah yang begitu besar yang diberikan oleh Tuhan kepada Bangsa ini. Sebuah bangsa yang besar dan kaya akan sumber daya alam seharusnya bisa hidup dengan damai tanpa ada kekurangan. Ditambah lagi dengan adanya payung Bhineka Tunggal Ika seharusnya sudah tidak ada lagi perpecahan ataupun perselisihan dalam kehidupan sehari-hari.
Dulu hal tersebut pernah dialami oleh bangsa ini. Indonesia yang mandiri, indonesia yang bisa memenuhi kebutuhan rakyatnya, indonesia yang aktif dalam berbagai kegiatan internasional, indonesia yang pandai dalam menjalin kerjasama dengan negara ini, indonesia yang bisa membawa siapa saja yang ada didalamnya dalam kemakmuran. Tapi sekarang???? Semuanya hanya sebuah sejarah yang membanggakan, sebuah sejarah yang hanya bisa dikenang, sebuah sejaranh yang hanya bisa kita temukan dalam teks buku pelajaran, sebuah sejarah yang bisa kita saksikan dari arsip negara atau dokumentasi orang lain. Apa yang sebenarnya terjadi dengan indonesia kita???? Apa ada yang salah dengan indonesia kita???
Sebelum nama Indonesia muncul, bangsa kita yang besar ini pernah melahirkan seorang pemimpin nasional yang besar. Sampai saat ini namanya melegenda karena membentuk sebuah negara nasional yang lebih besar dari Indonesia yang kita kenal saat ini. Siapa yang tidak kenal Mahapatih Gajah Mada, seorang mahapatih dari kerajaan Majapahit yang memiliki 'Sumpah Palapa' sebagai salah satu bentuk dari manifestasi politiknya.
 |
| Mahapatih Gajah Mada |
Gajah Mada diperkirakan lahir pada awal abad ke-14. Gajah Mada berasal dari kalangan biasa, namun dikarenakan ia memiliki bakat untuk menjadi seorang pemimpin maka ia mulai masuk dalam lingkungan kekuasaan. Gajah Mada juga disebut sebagai Mpu Mada, Jaya Mada atau Dwirada Mada. Ia diyakini sebagai titisan Dewa Wisnu, sehingga masyarakat Majapahit memberikan legitimasi kepadanya, bahkan ia juga mendapatkan kepercayaan dari raja. Setelah melalui berbagai tahapan dalam hidupnya dan mendapatkan pendidikan dari Arya Tadah, Mahapatih Majapahit, maka Gajah Mada diangkat oleh Ratu Tribhuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani menjadi Mahapatih Majapahit menggantikan Arya Tadah. Dan pada saat dikukuhkan menjadi mahapatih inilah Sumpah Palapa muncul. "Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring seram, tanjungpura, ring haru, ring pahang, dompo, ring bali, sunda, palembang, tumasik, samana ingsun amukti palapa." Yang kurang lebih artinya "Beliau Gajah Mada menjabat patih mangkubumi tidak ingin menikmati palapa, beliau Gajah Mada berkata: kalau sudah kalah seluruh nusantara, saya akan menikmati palapa, kalau sudah kalah gurun, seram, tanjungpura, haru, pahang, dompo, bali, sunda, palembang, dan tumasik, pada waktu itulah saya menikmati palapa".
 |
| Nusantara |
Sumpah Palapa merupakan bentuk dari manifestasi politik Gajah Mada setelah menjabat sebagai mahapatih Majapahit. Gajah Mada yakin bahwa stabilitas adalah faktor kunci keberhasilan untuk membangun sebuah negara yang besar. oleh karena itu setelah ia memimpin ia melakukan konsolidasi internal untuk menguatkan pemerintahan. Gajah Mada bekerja atas dasar prinsip, filsafat, dan nilai-nilai luhur yang diyakininya. Gajah Mada juga merupakan seorang pemimpin yang bervisi kuat serta mampu menterjemahkannya menjadi misi yang sangat jelas untuk bisa dicapai. Gajah Mada juga ahli dalam membuat strategi serta seorang organisator ulung untuk mentransformasikan semua tujuan menjadi kenyataan. Gajah Mada bukanlah seorang Utopis, melainkan seorang idealis yang bekerja keras sekuat tenaga mewujudkan idealismenya.
Gajah Mada merupakan seorang negarawan yang berpikir dan bertindak semata-mata untuk kepentingan negara, bangsa, dan rakyatnya. Gajah Mada juga menjalani kehidupan secara sederhana, tanpa segala sesuatu yang berlebihan, dan yang paling utama adalah ketaatannya pada tuhan sangatlah tinggi, dengan rajin melakukan olah batin dan mendekatkan diri kepada tuhan. Bagi Gajah Mada untuk menjadi seorang pemimpin harus memenuhi beberapa kriteria, diantaanya:
- Abhikamika: pemimpin harus tampil simpatik, berorientasi ke bawah, dan mengutamakan kepentingan rakyat banyak daripada kepentingan pribadiatau golongannya.
- Prajna: pemimpin harus bersikap arif dan bijaksana, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan agama, serta dapat dijadikan panutan masyarakat.
- Utsaha: pemimpin harus proaktif, berinisiatif, kreatif, dan inovatif, serta rela mengabdi tanpa pamrih untuk kesejahteraan rakyat.
- Atmasampat: pemimpin mempunyai kepribadian, berintegritas tinggi, moral yang luhur serta objektif, dan mempunyai wawasan yang jauh ke masa depan untuk kemajuan bangsanya.
- Sakya Samanta: pemimpin sebagai fungsi kontrol mampu mengawasi bawahan secara efektif, efisien, produktif, dan berani menindak secara adil yang bersalah tanpa pilih kasih.
- Aksuda Parisakata: pemimpin harus akomodatif, mampu memadukan perbedaan dengan permusyawaratan, pandai berdiplomasi, serta menyerap aspirasi bawahan dan rakyatnya.
Dengan berbagai kriteria tersebut, maka seorang pemimpin akan bisa menjalankan kepemimpinannya dengan baik. Tapi apa yang terjadi dengan indonesia saat ini??? Apakah ada yang salah dengan kepemimpinannya?? Seperti yang telah dicontohkan oleh Gajah Mada, seorang pemimpin harus benar-benar bekerja untuk bangsa, negara dan rakyatnya, namun saat ini yang banyak kita temui adalah para pemimpin kita bekerja bukan untuk kepentingan bangsa, negara apalagi kepentingan rakyat, yang ada mereka bekerja berdasarkan kepentingan suatu golongan tertentu dan tentusaja yang menguntungkan bagi dirinya dan golongannya.
Wahai para pemimpin bangsa ini, tolong kembalilah kepada jalan yang benar, jalan dimana kalian seharusnya berdiri untuk kepentingan rakyat banyak, bukan jalan pemuasan kepentingan kalian dan golongan kalian. Sadarkah kalian rakyat kalian sedang mengalami banyak masalah. Sadarkah kalian kalau rakyat kalian membutukan perhatian lebih dibandingkan perhatian kalian terhadap kepentingan kalian dan golongan kalian semata. Sadarkah kalian kalau rakyat kalian ini sudah sangat bosan dengan apa yang terjadi di segala bidang kehidupan, mulai dari harga BBM, harga sembako, birokrasi, markus atau afia pajak, tidak adanya keadilan hukum dan lain sebagainya. Sadarkah kalian saat ini rakyat kalian sendiri sedang mengalami krisis kepercayaan yang sangat besar kepada kalian, orang-orang yang mengaku sebagai pemimpin bangsa ini!!!!!
Ingatlah kalian sebelum kalian menduduki kursi kekuasaan itu, kalian sudah berjanji banyak kepada rakyat yang akan memilih kalian. Buktikan itu semua, saat ini kami tidak lagi membutuhkan janji janji manis kalian, kami membutuhkan sebuah tindakan nyata untuk bisa mengatasi berbagai permasalahan yang banyak merebak di masyarakat. Jangan kalian manfaatkan masalah yang muncul itu untuk bisa terus melanggengkan kekuasaan kalian.
Kesampingkan segala ego dan kepentingan pribadi dan kepentingan golongan kalian. Jadilah seperti Gajah Mada yang berpegah teguh pada apa yang telah diucapkannya. Dengan berpegang teguh terhadap janji yang diucapkannya dan bekerja dengan mengutamakan kepentingan rakyat maka niscaya kalian akan menjadi seorang pemimpin yang baik sebagaimana Gajah Mada. Tak perlu jauh jauh mencari contoh untuk menjadi pemimpin yang baik sampai ke Amerika, Jepang, Inggris atau negara manapun.
BELAJARLAH DARI GAJAH MADA!!!!!!!!!!!!